Regenerasi sebuah
organisasi menjadi hal mutlak dijalankan oleh suatu perkumpulan apapun untuk
menjaga eksistensi perkumpulan tersebut. Tidak ada satu organisasi pun yang
dapat bertahan tanpa adanya kader. Ya... Sebuah keharusan yang nyatanya mau
tidak mau, suka tidak suka, harus menjadi keniscayaan untuk membesarkan sebuah
organisasi atau paling tidak, membuat eksistensinya tetap terjaga. Regenarasi
tidak serta merta mampu menjamin keberlangsungan kehidupan organisasi, namun
tanpa adanya hal tersebut maka organisasi akan vakum bahkan mati. Hal ini pula
yang pernah terjadi pada perkembangan HPPMI Maros. Sebagai suatu organisasi
terbesar yang menghimpun para pemuda, pelajar, dan mahasiswa di kabupaten Maros
yang telah ada sejak tahun 1955, HPPMI Maros sempat vakum kurang lebih selama
20 tahun. Untuk tidak mengulangi hal tersebut maka dianggap perlu untuk terus
melakukan regenerasi.
Hal inilah yang juga
HPPMI Maros Komisariat UNHAS-PNUP lakukan dengan membuka sebuah Camp pelatihan
di Pangkep, sebagai upaya perekrutan anggota sekaligus memberikan sedikit soft skill guna memasuki dan memulai
hari-hari di dalam tubuh organisasi HPPMI Maros Komisariat UNHAS-PNUP. Dengan
mengangkat tema “Menuju Regenerasi
Kritis dan Intelektualitas dalam Bumi Merah Hitam Butta Salewangang”, diharapkan kegiatan
kali ini dapat memunculkan para generasi muda Maros yang kritis dan berintelektual yang
sedang mengemban studi di Kampus Merah, Universitas Hasanuddin, dan Kampus
Hitam, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Memasuki daerah camp,
para peserta disuguhi pemandangan apik dari tambak warga setempat yang
membudidayakan beberapa jenis ikan laut dan jejeran rumah panggung yang tertata
dengan rapi layaknya perkampungan nelayan pada umumnya, karena mayoritas
penduduknya berprofesi sebagai nelayan disamping lainnya berprofesi sebagai
petani tambak dan budidaya rumput laut di daerah pesisir pantai. Sesekali bau
menyengat dari tambak garam yang juga dikelola di daerah tersebut. Hal ini juga
tidak terlepas dari lokasi camp yang berada dekat dengan laut.
Para peserta yang
berjumlah 17 orang, 9 orang laki-laki dan 8 orang perempuan berkumpul di Villa
Tambak di daerah Borimasunggu, Kec. Labakkang, Kab. Pangkep yang menjadi lokasi
camp kali ini. Letaknya
yang berada di tengah-tengah tambak membuat kita dapat menikmati panorama alam
dengan suasana tentram, nyaman, dan asri yang sangat cocok untuk menyepi dari
hiruk pikuk suasana perkotaan. Memberi makan ikan menjadi aktivitas para
peserta sesampainya di villa tambak, disamping lainnya beristitahat di dalam
ruangan villa yang disediakan untuk para peserta.
Spanduk Basic Analisis Camp (BACA) menyambut peserta di tempat terbuka yang menjadi lokasi penyampaian materi BACA kali ini. Tepat pukul 10.00, Sabtu, 09 Februari 2013 dimulailah acara pembukaaan BACA yang dihadiri oleh Sekretaris Umum HPPMI Maros Pimpinan Pusat, Kakanda Syahril, mewakili Ketua HPPMI Maros Pimpinan Pusat, Kakanda Mutmainnah, yang tidak sempat hadir untuk membuka kegiatan yang berlangsung hingga 10 Februari ini.
Kedatangan Kakanda Syahril tidak serta
merta hanya membuka kegiatan BACA kali ini, namun beliau berkesempatan untuk
membawakan materi tentang Wawasan Ke-HPPMI-an. Disinilah dijelaskan tentang
seluk beluk HPPMI yang nantinya menjadi wadah para peserta yang merupakan calon
anggota untuk berkarya dan menuntut ilmu yang tidak akan mereka dapatkan di
dalam perkuliahan. Dalam meteri ini dijelaskan tentang sejarah HPPMI, visi misi
ke depan,
dan aturan-aturan mendasar yang terkait dengan HPPMI. Para peserta terlihat
antusias mengikuti materi yang disampaikan. Tak jarang peserta menyampaikan
pertanyaan sehingga diskusi terlihat sangat hidup. Sesekali kakanda Syahril
melemparkan candaan, sehingga suasana tetap rileks dan tercipta suasana
keakraban tanpa mengurangi esensi dari materi tentunya.
Materi kedua dibawakan
langsung oleh Ketua HPPMI Maros Komisariat UNHAS-PNUP yang sementara menjabat,
kakanda Amhul Hikmah. Dengan segenap pengalaman yang dimiliki, materi Retorika
dan Negosiasi sangat pas beliau bawakan. Banyak pengalaman menarik dapat
diserap guna menjadi seorang pembicara, orator, ataupun negosiator yang ulung.
Kakanda Lukman Rais
dipercayakan membawakan materi ketiga yaitu Manajemen konflik. Peserta terlihat
sangat kritis menanggapi pernyataan kanda Lukman, tak jarang terjadi
perdebatan. Bahkan hingga materi usai masih banyak pertanyaan yang belum sempat
dijawab.
![]() |
| Tambang Minyak Dermaga Maccini Baji |
Malam harinya peserta
kedatangan pemateri yang sangat berkompeten dalam memaparkan materi Identitas
Mahasiswa. Kakanda Priandi Dewa Raja, dengan semangatnya yang menggebu-gebu
ditularkan kepada para penerus HPPMI sebagaimana layaknya seorang mahasiswa harus
berpikir dan bertindak. Ditambah lagi dengan materi manajemen keorganisasian
yang dibawakan oleh pemateri tamu, kakanda Alumnus Zainuddin, membuat para
peserta sedikit banyak mengerti
tentang realitas organisasi dan bagaimana menyikapi ketika bergabung dalam
sebuah organisasi.
Latihan mental dan
renungan tak lupa diselenggarakan oleh panitia, guna mengukur loyalitas
sekaligus peresmian penerimaan anggota. Keesokan paginya, peserta disuguhi
beberapa permainan outbond guna
melatih kekompakan para peserta, yang selanjutnya akan memulai hari-hari baru
dalam suatu wadah, yaitu HPPMI Maros Kom. UNHAS-PNUP.
Kegiatan ditutup pada
pukul 14.30 oleh Kakanda Amhul Hikmah selaku
ketua dan menandai hadirnya keluarga baru
HPPMI Maros Kom. UNHAS-PNUP sebagai bagian dari proses regenerasi!
" SETELAH HARI INI, ESOK APALAGI ? "


mantafg
ReplyDelete